waktu

Senin, 05 November 2012

1 Terjadi di Wilayah Kabupaten Bandung Banjir Ancam 34.413 Rumah

Terjadi di Wilayah Kabupaten Bandung

Banjir Ancam 34.413 Rumah

 
SEBUAH alat berat backhoe melakukan pengerukan Sungai Citarum di kawasan Kec. Katapang, Kab. Bandung, Senin (5/11). Pengerukan dan proses normalisasi Sungai Citarum, dianggap efektif mencegah banjir di kawasan Bandung Selatan.

SOREANG (GM) - Sebanyak 34.413 rumah di wilayah Kabupaten Bandung berada di daerah rawan banjir. Berdasarkan data tahun 2011, luas lahan yang terendam banjir yaitu 3.000 hektare terdiri atas pemukiman, sawah, dan darat.
Demikian diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Marlan kepada "GM" di Soreang, Senin (5/11).

Rumah penduduk yang terendam banjir tersebar mulai dari Rancaekek, Solokanjeruk, Majalaya, Bojongsoang, Baleendah, Dayeuhkolot, Banjaran, sampai Margaasih.

"Rumah penduduk yang langganan terendam banjir berada di 12 kecamatan. Tiap tahun kalau curah hujan tinggi hampir dipastikan banjir selalu terjadi di daerah tersebut. Tahun lalu pun terendam, namun genangannya tidak berlangsung lama karena terbantu penyodetan dan pengerukan Sungai Citarum, yang hingga sekarang masih berlangsung," kata Marlan.

Seperti banjir di Kecamatan Majalaya, jika sebelumnya genangan air bisa berjam-jam bahkan belasan jam, tapi sekarang begitu hujan reda banjir langsung surut.

Banyak rumah warga yang rusak akibat terus terendam banjir seperti di Kampung Cieunteung, Kecamatan Baleendah, dan Kampung Bojongcitepus, Kecamatan Dayeuhkolot. Bagian rumah yang paling parah kerusakannya antara lain pintu, kusen, dan dinding. Tak sedikit warga yang membiarkan pintu rumahnya rusak. Diganti dengan pintu baru dianggap percuma, sebab banjir bakal kembali terjadi. Pada banjir tahun lalu, banjir menyebabkan 14 rumah rusak berat, dan 52 rumah rusak sedang.

Pergeseran

Menurutnya, banjir di Kabupaten Bandung telah mulai mengalami pergeseran. Biasanya daerah atau pemukiman pendudukan yang berada di sekitar bantaran Sungai Citarum yang selalu kebanjiran.

"Namun sejak Sungai Citarum dikeruk sejak akhir tahun 2011 sampai sekarang, kalaupun masih tetap terjadi banjir tidak separah tahun-tahun sebelumnya. Sekarang yang patut diwaspadai adalah banjir yang disebabkan meluapnya anak sungai Citarum seperti Sungai Cikijing, yang mengalir dari Sumedang kerap menimbulkan banjir ke wilayah Rancaekek dan sekitarnya. Sama halnya dengan Sungai Cisangkuy, bila hujan deras selalu menimbulkan banjir di daerah Kamasan, Kecamatan Banjaran," paparnya.

Mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir pada musim hujan tahun ini, lanjut Marlan, BPBD Kabupaten Bandung sudah mengeluarkan surat imbauan melalui camat. Masyarakat diimbau pula untuk membersihkan selokan jangan sampai tersumbat hingga menyembabkan banjir.

Sarana dan prasarana seperti perahu karet baik yang ada di BPBD, Dinas Sosial maupun PMI sudah pula disiapkan. Sementara perahu yang berada di masyarakat jumlahnya sebanyak 50 unit.

"Sekarang sedang diinvetarisasi ulang keberadaan 50 perahu yang ada pada masyarakat. Perahu bantuan itu disebarkan ke daerah langganan banjir seperti Baleendah, Dayeuhkolot, Majalaya, dan sebagainya.

Harapan penerintah, masyarakat bisa menjaga dan merawat semua perahu itu sebab akan terasa manfaatnya bila banjir datang.

Selain perahu, Pemkab Bandung sudah memiliki selter atau lapangan di Desa cangkuang Kulon, Kecamatan Dayeuhkolot yang khusus digunakan sebagai tempat pengungsian. Di tempat pengungsian itu bisa didirikan beberapa tenda dan dapur umum.
 
Sumber : GALAMEDIA
Editor : Atep Supriatna

1 comment

Anonim
11 Februari 2013 pukul 18.00

percuma alat berat ngeruk sungai citarum pada musim hujan..yang ada malah tmbah dangkal dan terkesan asal2n !!! setiap pengerukan sungai citarum saya lihat selalu mndekati musim hujan..!!! knapa waktu musim kemarau panjang dan malah sampai citarum ga ada airnya pemerintah diam aja..? knapa !!! saya penduduk sekitar sungai citarum merasa pemerintah ga serius mnangani citarum ini buat apa sungai dikeruk pda musim hjan..euweh tapakna..!! kalau mau serius tangani banjir kerjakn pengerukan pada musim kmarau panjang libatkan semua masyarat karena dengan gotong royong semua pasti teratasi masyarakat harus tahu seperti apa proyek pengerukannya apa aja yng harus dikerjakn dan mana hasilnya !! satu lgi tolong yang dikeruk itu dasar sungai bukan kokoreh dipinggir dan ngelebarin pinggirnya doang percuma dilebarin klo dasarnya tmbah dangkal yang ada malah banjir tmbah lebar kmana mana !! turun dong pejabat terkait lihat tuh sungai citarum lihat hasil kerjaan lu ada pengaruh nya ga..!! jangan mau duitnya doang..!! masyarakat yng kbanjiran sudah jenuh dari dulu hasil proyek pengerukan ga pernah ada hasilnya apalagi manfaatnya ga pernah dirasakan dan pengerjaanya terkesan disknario !!wahai pejabat ingat anda dipilih oleh rakyat seandainya anda berada pada posisi seperti kami yng selalu kbnjiran setiap musim hujan datang apa yang ada pada benak anda..!!!!peuriiihhh mang aingmah ngarasakena..!!! teu siga ilaing ngenah ongkang2..gawena !! mun enya pejabat berhati nurani buktikan pengabdian keur masyarakat teh mana lain beuteng we digedeken..!!! sbntar lagi pilgub ! mana anu nyinggung2 permasalahan sungai citarum !! euweeeehhhh...!! percuma nyolok ge..!!!(warga dayeuhkolot)

Posting Komentar

translate

DomaiNesia Domain Hosting Murah

Archive

Diberdayakan oleh Blogger.

hit count

Copyright © 2012 atep_s. admin Website. All Rights Reserved.

page rank

Popular Posts

Blogger templates

Check Page Rank of your Web site pages instantly:

This page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service

 

Blogroll

About