TRIBUNNEWS.COM CIWIDEY,-
Enam unit kios dan satu bangunan gudang yang di kavling Pasar Ciwidey
di Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, ludes terbakar,
Minggu (17/3/2013) dinihari. Tak ada korban jiwa. Namun, kerugian
ditaksir mencapai lebih dari Rp 800 juta.
Kepala Subag Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pasar Ciwidey, Dadang
Sudrajat mengatakan, kebakaran terjadi setelah lewat tengah malam.
Namun, warga baru melaporkannya sekitar pukul 01.00.
"Kios dan gudang yang terbakar itu milik Ai, Eman, Roni, Eman dan
gudang milik Eusi yang berisi satu ekor sapi potong," katanya melalui
sambungan telepon, kemarin.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pemadam Kebakaran Soreang, Hendi, mengatakan pihaknya menerjunkan sejumlah petugas dan unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi kejadian.
"Api baru bisa kami padamkan pada pukul 04.40. Penyebab kebakaran juga belum diketahui. Masih dalam penyelidikan pihak kepolisian," ujar Hendi kepada Tribun melalui sambungan telepon.
Ia menambahkan pemadam kebakaran kesulitan untuk memadamkan api karena sumber air yang terlalu jauh dari lokasi kejadian. Debit air yang kecil juga menjadi kendala petugas untuk memadamkan api.
Tribun mencatat, kebakaran kemarin adalah yang ketiga kalinya terjadi di Kabupaten Bandung dalam lima hari terakhir.
Selasa (12/3) siang, dua rumah dalam satu bangunan semi permanen di RT 03/05, Kampung Taraju, Desa Tarajusari, Kecamatan Banjaran, juga terbakar. Menurut Siti Masitoh, salah seorang saksi mata, ledakan keras juga sempat terdengar dari lokasi kebakaran hingga radius sekitar 20 meter.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pemadam Kebakaran Soreang, Hendi, mengatakan pihaknya menerjunkan sejumlah petugas dan unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi kejadian.
"Api baru bisa kami padamkan pada pukul 04.40. Penyebab kebakaran juga belum diketahui. Masih dalam penyelidikan pihak kepolisian," ujar Hendi kepada Tribun melalui sambungan telepon.
Ia menambahkan pemadam kebakaran kesulitan untuk memadamkan api karena sumber air yang terlalu jauh dari lokasi kejadian. Debit air yang kecil juga menjadi kendala petugas untuk memadamkan api.
Tribun mencatat, kebakaran kemarin adalah yang ketiga kalinya terjadi di Kabupaten Bandung dalam lima hari terakhir.
Selasa (12/3) siang, dua rumah dalam satu bangunan semi permanen di RT 03/05, Kampung Taraju, Desa Tarajusari, Kecamatan Banjaran, juga terbakar. Menurut Siti Masitoh, salah seorang saksi mata, ledakan keras juga sempat terdengar dari lokasi kebakaran hingga radius sekitar 20 meter.
Pada hari yang sama, kebakaran juga terjadi di RT 03/04, Kampung
Babakan Simpang, Desa Dukuh, Kecamatan Ibun. Kebakaran yang terjadi
sekitar pukul 07.30 itu menghanguskan tiga rumah, dan satu unit bengkel.
Kerugian ditaksir mencapai Rp 116 juta.
Selain di Kabupaten Bandung, kebakaran juga kerap terjadi di Kota
Bandung dalam dua minggu terakhir. Hingga pertengahan Maret tercatat tak
kurang dari delapan peristiwa kebakaran yang terjadi. Salah satunya,
yang terjadi di Kelurahan Kebon Pisang, Kecamatan Sumur Bandung, Kamis
(7/3), yang membuat salah seorang korban terkena serangan jantung dan
tewas.
Pelaksana Pengendalian Operasional Dinas Pemadam Kebakaran Bandung,
Asep Saepudin, mengatakan bahwa sejak Januari 2013, tak kurang dari 26
peristiwa kebakaran yang terjadi di Kota Bandung.
Pada Januari 2013 terjadi 10 peristiwa, dengan nilai kerugian materil
Rp. 810.000.000. Tak ada korban tewas, namun dua orang terluka pada
kebakaran di Jalan Gempol Kulon, Kami (24/1/2013).
Pada bulan Februari, ujarnya, ada sedikit penurunan, yakni delapan
kasus dengan taksiran kerugian senilai Rp 595.500.000. Tak ada korban
tewas, termasuk pada peristiwa di Gang Mesjid Jalan Jenderal Ahmad Yani,
Minggu (3/2/2013) yang disebabkan ulah seorang yang mengalami stres.
"Kita harus tetap waspada, karena kebakaran tak kenal waktu, tak
kenal musim hujan maupun kemarau. Kebakaran juga tak memilih-milih
korban, bisa menimpa siapa saja, baik yang kaya maupun yang miskin,"
kata Asep di ruang kerjanya, belum lama ini.
Diposkan : Atep Supriatna


Posting Komentar