PDAM Tirtaraharja Terancam Kehilangan Rp 1,5 Miliar

SOREANG, (PRLM).- Akibat kemarau berkepanjangan
PDAM Tirtaraharja berpotensi kehilangan pendapatan mencapai Rp 1,5
miliar. Hal ini salah satunya disebabkan karena kurangnya pasokan air
bagi pelanggan karena kekeringan yang melanda.
Selama ini, PDAM Tirtaharja menangani air untuk Cimahi, Kabupaten
Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat. "Selama empat bulan, sejak
September sampai Desember nanti, total kehilangan pendapatan dari Kota
Cimahi saja diperkirakan sebesar Rp 200 juta," kata Kabag Humas dan
Hukum PDAM Tirtaraharja, Dadang Supriyadi.
"Itu baru Kota Cimahi. Kami belum mengkalkulasikan dari Kabupaten
Bandung dan Kabupaten Bandung Barat. Itu potensi kehilangan pendapatan
saja. Belum operasional lain, seperti bantuan air tangki dan pengamanan
sumber air baku," katanya ketika ditemui di Soreang, Minggu (4/11).
Dia menambahkan, total kehilangan potensi pendapatan lebih besar dari
Kabupaten Bandung, yang memiliki jumlah pelanggan paling besar. Namun,
dia belum menghitung, berapa jumlah potensi pendapatan yang hilang dari
Kabupaten Bandung.
"Saat ini jumlah pelanggan kami sebanyak 65.246 sambungan. Sebanyak
61,4 persen di antaranya dari Kabupaten Bandung. Rata-rata pendapatan
kami sebulan pada tahun lalu sebesar Rp 4,5 miliar," ujarnya.
Tahun ini kondisi kekeringan merupakan yang terburuk sejak enam tahun
lalu. Pada 2006, PDAM Tirtaraharja justru kehilangan potensi pendapatan
mencapai Rp 2,5 miliar. Solusi untuk mengatasi kekeringan ini di
antaranya normalisasi Situ Lembang dan Situ Cileunca.
"Tahun ini kami targetkan pendapatan mencapai Rp 64 miliar. Tapi
dengan kondisi seperti ini, kami optimistis bisa mencapai sebesar Rp 60
miliar. Pada Juni tahun ini sudah tercapai Rp 28,9 miliar. Sedangkan
target sambungan tahun ini ada penambahan 71 pelanggan di tiga wilayah,"
katanya. (A-211/A-147)***
Sumber : Pikiran Rakyat ONLINE
Editor : Atep Supriatna 

Posting Komentar