
Chikungunya Berjangkit di Rancabali
TRIBUNNEWS.COM PASEH, - Sedikitnya tujuh warga RW 12 Kampung
Rancabali, Desa Sukamantri, Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung terserang
penyakit chikungunya. Hal itu dikatakan Ketua RW 12, Suhaya, ketika
ditemui Tribun di kediamannya, Rabu (14/11/2012) sore.
"Dalam lima hari ini sudah ada laporan jika ada beberapa warga yang
merasakan nyeri pada persendiannya ketika digerakkan," ujar Suhaya.
Dikatakan Suhaya, warga yang diduga terkena penyakit chikungunya
berada di RT 1 RT 2, dan RT 3. "RT 1 ada dua orang, RT 2 ada tiga orang,
dan RT 3 ada 2 orang. Tapi ada beberapa yang sudah merasa baikan," ujar
Suhaya.
Suhaya mengatakan, lokasi kampung Rancabali memang berdekatan Sungai
Cikaro. Bahkan kampungnya kerap terserang banjir ketika musim hujan.
Akan tetapi, Suhaya menyebut jika warganya baru pertama kali terserang
penyakit yang diduga chikungunya. "Biasanya banyak warga terserang
gatal-gatal akibat banjir. Kalau seperti penyakit yang diakibatkan
nyamuk belum pernah terjadi," ujar Suhaya.
Dikatakannya, intansi terkait melakukan fogging terakhir kali pada
1997. Pasalnya Suhaya khawatir makin banyak warganya mengalami penyakit
yang diduga wabah chikungunya.
"Kami memohon instansi terkait untuk cek ke lapangan. Karena
menghadpi musim hujan dan pergantian cuaca takut banyak yang bertambah
sakit," katanya.
Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL)
Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, dr Riantini, mengatakan pihaknya
belum menerima laporan dari puskesmas setempat terkait dengan adanya
warga yang terserang wabah yang diduga chikungunya. "Kalau laporan
belum ada, tapi kami sudah meminta puskesmas setempat untuk memeriksanya
setelah ada informasi ini," ujar Riantini ketika dihubungi Tribun
melalui ponselnya, Kamis (14/11/2012) sore.
Menurut Riantini, penyakit chikungunya yang tidak fatal tidak akan menyebabkan kematian. "Bisa juga sembuh sendiri," ujarnya.
Sumber : Tribun news.com
Kamis, 15 November 2012
diposkan : Atep Supriatna


Posting Komentar